Apa yang ada di pikiran Sobat Konsultan kalau dengar kata Batubara? Wah, pasti banyak banget ya yang dapat kita bahas.
Manfaat batu bara sendiri yang paling terkenal adalah sebagai bahan bakar terbaik, terutama untuk pembangkit listrik.
Nah, sobat Konsultan sudah tahu belum pengertian batu bara? Kita bahas di bawah yuk! Simak ya!
Batu bara di definisikan sebagai batuan sedimen yang terbentuk dari dekomposisi tumpukan tanaman selama kira-kira 300 juta tahun.
Dekomposisi tanaman ini dikarenakan proses biologi dengan mikroba di mana banyak oksigen dalam selulosa diubah menjadi karbondioksida (CO2) dan air (H2O).
Proses pembentukan batu bara atau disebut dengan pembatubaraan (Coalification). Faktor fisika dan kimia yang ada di alam akan mengubah cellulose menjadi lignit, subbitumina, bitumina, atau antrasit.
Nah, Sobat Konsultan untuk proses pembentukan batu bara terdiri atas dua tahap, yaitu:
- Tahap biokimia (penggambutan), pada tahap ini sisa-sisa tumbuhan yang terakumulasi tersimpan dalam kondisi bebas oksigen (anaeorobik) didaerah rawa dengan sistem penisiran (drainage system) yang buruk dan selali tergenang air beberapa inci dari permukaan air rawa.
- Tahap pembatubaraan (coalification), proses diagenenis terhadap komponen organik dari gambut yang menimbulkan peningkatan temperatur dan tekanan yang berperan sebagai gabungan proses biokimia, kimia, dan fisika yang terjadi karena pengaruh pembebanan sedimen yang menutupinya dalam kurun waktu geologi.
5 jenis batu bara, apa saja itu?
1. Gambut/ Peat
Photo by Guru Geografi
Golongan ini termasuk jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang setengah membusuk, oleh karena ini kandungan bahan organiknya tinggi.
2. Lignit
Photo by Guru Geografi
Lignit atau brown-coal adalah golongan yang sudah memperlihatkan proses struktur kekar dan gejala pelapisan. Apabila dikeringkan, maka gas dan airnya akan keluar dan endapan inilah yang bisa dimanfaatkan secara terbatas untuk kepentingan yang bersifat sederhana. Dari proses tersebut bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik.
3. Subbituminous/ Bitumen Menengah
Photo by Guru Geografi
Golongan ini memiliki ciri-ciri tertentu yaitu warna yang kehitam-hitaman dan sudah mengandung lilin. Endapan ini dapat digunakan untuk pemanfaatan pembakaran yang cukup dengan temperatur yang tidak terlalu tinggi. Subbituminous umum digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga uap yang juga merupakan elemen penting untuk pembuatan hidrokarbon aromatis dalam industri kimia sintesis.
4. Bituminous
Photo by Guru Geografi
Bituminous merupakan mineral padat yang berwarna hitam dan kadang coklat tua, rapuh (brittle) dengan membentuk bongkah-bongkah prismatik berlapis dan tidak mengeluarkan gas dan air bila dikeringkan. Bituminous bila dikeringkan dapat digunakan untuk kepentingan transportasi dan industri untuk pembangkit listrik tenaga uap.
5. Antrasit
Photo by Guru Geografi
Memiliki ciri-ciri hitam, keras, kilap tinggi, dan pecahannya memperlihatkan pecahan chocoidal. Pada proses pembakaran yang berwarna biru dengan derajat pemanasan yang tinggi dapat digunakan untuk berbagai industri besar yang memerlukan temperatur tinggi.
Terimakasih sudah membaca artikel diatas, semoga bermanfaat!
