7 LOGAM TERKUAT DI DUNIA

Des 9, 2022

Ketika mendengar kata logam, pasti sudah tidak asing lagi ya Miners. Tak kita sadari, beberapa benda yang ada disekitar kita memiliki unsur logam.

Material ini sudah sangat umum digunakan dalam kebutuhan sehari-hari. Namun, tahukan Miners apal logam terkuat di dunia?

Simak yuk, beberappa logam terkuat di dunia!

1. Tungsten

Tungsten merajai kategori logam terkuat di dunia karena material ini memiliki titik leleh yang tinggi, yaitu 3.422oC. Daya leleh ini tergolong jauh lebih tinggi daripada jenis logam apa pun di dunia ini.

Tungsten pun hanya bisa dipotong dengan pemotong laser, membuktikan bahwa material ini memang tidak mudah hancur.

Material ini sering dimanfaatkan untuk pembuatan senjata militer pada masa kini. Contoh senjata yang menggunakan tungsten adalah rudal, peluru tank, peluru kendali jarak jauh, senjata penembus baja, dan sebagainya. Sayangnya, tungsten sudah langka ditemukan sehingga harganya makin melambung.

2. Osmium

Osmium tergolong dalam logam transisi, artinya logam ini mudah ditemukan di dunia ini. Nilai densitas atau kepadatan osmium dua kali lebih besar daripada timah, yaitu 22,59 g/cm3. Titik leburnya hampir setinggi logam tungsten, yakni 3.300oC.

Penggunaan logam osmium juga lazim ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Material ini biasanya digunakan untuk membuat jarum kompas magnetik, ujung pulpen, kaca, lensa, dan cermin. Sama seperti tungsten, harga jual osmium di pasaran juga sangat tinggi, tetapi tetap stabil dan tidak fluktuatif karena bukan barang langka.

3. Titanium

Titanium memang termasuk salah satu logam yang ringan, tetapi memiliki kekuatan yang tinggi. Titik leleh titanium berada pada suhu 1.670oC. Titanium juga memiliki kualitas yang sama seperti baja, yaitu tahan terhadap karat dan korosi. Itulah alasannya titanium sering diterapkan pada barang-barang yang digunakan dalam jangka panjang.

Contoh penggunaan titanium sering ditemukan dalam industri penerbangan. Karakter titanium yang ringan dan kuat membuat material ini dipercaya dalam pembuatan bodi pesawat terbang, bahkan pesawat luar angkasa. Tidak hanya pesawat, titanium juga mulai digunakan sebagai material perhiasan, khususnya jam tangan.

4. Kromium

Peringkat keempat adalah kromium yang juga memiliki titik leleh tinggi, yaitu 1.907oC. Walaupun titik lelehnya tinggi, logam kromium murni tidak memiliki kekuatan yang stabil apabila disandingkan dengan titanium. Kromium harus dicampur dengan besi atau baja supaya bisa menghasilkan peralatan konstruksi yang kuat dan tidak mudah rapuh.

Apa yang membuat kromium begitu istimewa kalau bukan kestabilannya? Jawabannya, tampilannya yang berkilauan. Perabotan rumah tangga dan konstruksi yang terbuat dari bahan kromium selalu terlihat berkilauan dan bebas karat. Tidak heran kromium sering diolah menjadi stainless steel atau baja nirkarat karena kemilaunya tidak akan kusam dalam jangka panjang.

5. Inconel

Material ini mungkin terdengar asing di telinga. Namun, inconel merupakan salah satu logam terkuat di dunia. Inconel adalah paduan (alloy) logam yang terdiri dari nikel sebagai bahan utamanya. Bahan campurannya berupa besi dan kromium sehingga inconel dikenal pula sebagai superalloy berbasis nikel-kromium-besi.

Daya tarik inconel sangat tinggi, yaitu 113 ribu g/cm2 dan titik lelehnya bisa mencapai 1.453oC. Profil kekuatan tersebut membuat inconel diterapkan untuk peralatan yang kerap digunakan pada suhu tinggi, seperti turbin berkecepatan tinggi dan reaktor nuklir. Inconel pun merupakan salah satu material yang bisa membangkitkan tenaga listrik.

6. Magnesium

Magnesium juga merupakan salah satu logam terkuat di dunia, apalagi jika dicampur dengan material lainnya. Densitas magnesium sebesar 1.738 g/cm3 dan titik leburnya berada pada 1.090oC.

Magnesium lebih kuat dari campuran titanium, tetapi lebih ringan daripada aluminium. Logam ini diterapkan pada otomotif, khususnya mobil, sehingga bisa menghemat konsumsi bensin sebanyak 40%.

7. Baja

Logam terkuat terakhir tetapi tidak boleh dilewatkan adalah baja. Sejatinya, baja merupakan campuran dari material besi dan karbon yang telah ada sejak berabad-abad lamanya.

Kekuatannya juga cukup tinggi dengan daya tarik sebesar 5.914.354 g/cm2 dan memiliki daya tahan yang tinggi terhadap suatu benturan. Penggunaan baja pun sudah ada sejak zaman prasejarah, tepatnya zaman besi.

Kini, baja sering digunakan dalam dunia konstruksi. Salah satu material olahannya, yakni baja ringan, merupakan salah satu bahan bangunan unggulan untuk membangun konstruksi atau fondasi bangunan. Massa baja memang lebih ringan, tetapi material ini sangat kuat dan kokoh. Baja ringan bahkan diandalkan sebagai konstruksi bangunan tahan gempa di Indonesia.

Konsultasi Gratis Arga Dirga

Dapatkan solusi terbaik untuk Perusahaan Tambang Anda mulai dari konsultasi izin tambang, izin lingukngan, pemetaan drone, survet Geofisika, dan pelatihan In House bersama Arga Dirga, yang sudah berpengalaman selama 6 tahun membantu ratusan perusahaan tambang seluruh Indonesia

Exit mobile version