“Ventilasi” Pada Tambang Bawah Tanah

Jan 5, 2023

Hi, Sobat Arga Dirga. Kali ini Mimin akan membahas mengenai sebuah “ventilasi” dari tambang bawah tanah. Sebelum membahas lebih lanjut, dari kata “ventilasi” pasti Sobat Arga Dirga sudah tahu ni.

Apa yang dimaksud dengan ventilasi?

Ventilasi adalah proses pertukaran udara dengan cara mengatur agar terjadi pemasukan udara segar ke dalam ruangan dan pembuangan udara yang pengap. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas udara di ruang tersebut.

Lalu, apa yang dimaksud dengan ventilasi tambang?

Simak yuk, artikel dibawah ini!

Ventilasi tambang yaitu suatu proses pengendalian terhadap pergerakan udara/ aliran udara tambang termasuk didalamnya adalah jumlah, mutu, dan arah alirannya.

Tujuan utama dari ventilasi tambang adalah menyediakan udara segar dengan kuantitas dan kualitas yang cukup baik, kemudian mengalirkan serta membagi.

Dengan adanya ventilasi tambang, kegiatan penambangan bawah tanah dapat berjalan dengan aman dan nyaman.

Standar ventilasi paling sedikit dengan ketentuan:

temperatur udara di dalam tambang bawah tanah dipertahankan antara 18 derajat celcius sampai dengan 27 derajat Celcius agar tetap terjaga dalam kondisi nyaman untuk bekerja dengan kelembaban relatif maksimum 85%.

Jika temperatur dan kelembaban relatif udara dalam tambang bawah tanah tidak terpenuhi, maka mendapat pengecualian dari KaIT / Kepala Dinas atas nama KaIT sesuai dengan kewenangannya.

Kondisi ventilasi di tempat kerja untuk rata-rata 8 jam paling sedikit dengan ketentuan:

(a) Karbon monoksida (CO) volumenya <0,005%
(b) Metan (CH4) volumenya <0,25%
(c) Hidrogen sulfida (H2S) volumenya <0,001%
(d) Nitrat dioksida (N02) <0,0003%
(e) Oksigen (02)> 19,5%
(f) Karbondioksida (C02) <0,5%
(g) Sulfur Dioksida (S02) <0,0002%
(h) Nitrogen Oksida (NO) <0,0025%
(i) Amoniak (NH3) < 0,0025

Ada 3 jenis ventilasi tambang bawah tanah, sebagai berikut:

1. Ventilasi Alami (natural ventilation)

ventilasi alam disebabkan udara pada downcast shaft lebih dingin dari udara pada upcast shaft dan juga dipengaruhi oleh perbedaan tekanan dan densitas udara antara dua
shaft yang saling berhubungan tersebut.

2. Ventilasi Mekanis (artificial/mechanical ventilation)

ventilasi mekanis adalah jenis ventilasi dimana aliran udara masuk kedalam tambang disebabkan oleh perbedaan tekanan yang ditimbulkan oleh alat mekanis.

Ada 3 metode yang digunakan dalam ventilasi mekanis:

-metode hisap (exhaust system)
-metode hembus (forcing system)
-metode hisao hembus (overlap system)

3. Ventilasi Bantu (Auxiliary Ventilation)

dari kata “bantu, ventilasi ini dapat membantu menyalurkan udara terowongan utama ke lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh ventilasi utama, misal pada terowongan buntu (lokasi pembuatan lubang maju).

Dari segi fasilitas peralatan, ventilasi bantu dibagi menjadi:

-ventilasi saluran udara
-brattice
-static air mover

 

Konsultasi Gratis Arga Dirga

Dapatkan solusi terbaik untuk Perusahaan Tambang Anda mulai dari konsultasi izin tambang, izin lingukngan, pemetaan drone, survet Geofisika, dan pelatihan In House bersama Arga Dirga, yang sudah berpengalaman selama 6 tahun membantu ratusan perusahaan tambang seluruh Indonesia

Exit mobile version