Wujudkan Hilirisasi, Indonesia Akan Miliki 53 Smelter Tahun 2024

Jun 8, 2022

Untuk mewujudkan hilirasisasi dalam rangka upaya peningkatan nilai tambah mineral, Indonesia membangun fasilitas Smelter sekitar 53. Hingga akhir 2021, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mencatat sebanyak 21 Smelter telah beroperasi di Indonesia dan menargetkan adanya penambahan 7 smelter, sehingga terdapat 28 smelter untuk beroperasi ditahun 2022.

Berikut, data Kementrian ESDM pada website geoportal.esdm.go.id, 21 smelter yang telah beroperasi di Indonesia hingga 2021 adalah:

1. PT Century Metalindo (Nikel)- Banten
2. PT Sumber Baja Prima (Besi)-Jawa Barat
3. PT Fajar Bhakti Lintas Nusantara (Nikel)- Maluku Utara
4. PT Gebe Industry Nickel (Nikel)- Maluku Utara
5. PT Wanatiara Persada (Nikel)- Maluku Utara
6. PT Virtue Dragon Nickel Industry (Nikel)-Sulawesi Tenggara
7. PT Halmahera Persada Lygend (Nikel)-Maluku Utara
8. PT Indonesia Chemical Alumina (Bauksit) – Kalimantan Barat
9. PT Megah Surya Pertiwi (Nikel) – Maluku Utara
10.PT Cor Industri Indonesia (Nikel) – Sulawesi Tengah
11.PT Vale Indonesia Tbk (Nikel) – Sulawesi Selatan
12.PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (Bauksit) – Kalimantan Barat
13.PT Aneka Tambang Tbk (Nikel) – Sulawesi Tenggara
14.PT Sulawesi Mining Investment (Nikel) – Sulawesi Tengah
15.PT Tsingshan Steel Indonesia (Nikel) – Sulawesi Tengah
16.PT Batutua Tembaga Raya (Tembaga) – Maluku
17.PT Smelting (Tembaga) – Jawa Timur
18.PT Primer Budidaya Industri (Mangan) – Jawa Timur
19.PT Weda Bay Nickel (Nikel) – Maluku Utara
20.PT Cahaya Modern Metal Industri (Nikel) – Banten
21.PT Halmahera Persada Legend (Nikel) – Maluku Utara

Indikator keberhasilan hilirisasi ini dikarenakan dengan larangan ekspor bahan mentah mineral, dimulai dengan bijih nikel pada tahun 2020. Kemudian akan dilanjutkan pelarangan ekspor bijih bauksit pada tahun ini, dan pelarangan ekspor bijih timah dan tembaga pada tahun 2023.

Oleh karena itu, untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan smelter berjumlah 53 smelter hingga tahun 2024 terdiri dari 30 smelter nikel, 11 smelter bauksit, 4 smelter tembaga, 4 smelter tembaga, 4 smelter besi, 2 smelter mangan, 1 smelter seng, dan 1 smelter timbal dengan total mencapai US$ 21, 59 miliar dengan kebutuhan listrik mencapai 5,6 GW.

Konsultasi Gratis Arga Dirga

Dapatkan solusi terbaik untuk Perusahaan Tambang Anda mulai dari konsultasi izin tambang, izin lingukngan, pemetaan drone, survet Geofisika, dan pelatihan In House bersama Arga Dirga, yang sudah berpengalaman selama 6 tahun membantu ratusan perusahaan tambang seluruh Indonesia

Exit mobile version