2 Potensi Pemanfaatan Air Asam Tambang yang Harus Kamu Ketahui!

Jun 20, 2022

Seperti yang Sobat Konsultan ketahui, kegiatan pertambangan mineral dan batu bara umumnya dilakukan menggunakan metode “open pit” atau tambang terbuka. Open pit merupakan metode memindahkan tanah penutup (overburden) untuk mengambil mineral atau batu bara yang diinginkan.

Aktivitas pertambangan dapat menyebabkan banyak hal negatif yang ditimbulkan khususnya dalam perubahan struktur lingkungan jika tidak diterapkan “good mining practice” oleh perusahaan tambang. Nah, salah satu dampak negatif dari aktivitas penambangan mineral dan batu bara adalah terbentuknya air asam tambang.

Jadi apa yang dimaksud dengan air asam tambang itu? Jadi air asam tambang yaitu air yang terbentuk kerena adanya mineral sulfida yang tersingkap akibat aktivitas penambangan dan telah bereaksi dengan air maupun oksigen. Air asam tambang ini mempunyai tingkat keasaman (pH) yang bernilai 6 atau lebih rendah. Air asam tambang ini dapat terbentuk dari kegiatan penambangan batu bara maupun mineral, baik pada pertambangan permukaan maupun pertambangan bawah tanah.

Jenis senyawa sulfida yang cenderung mudah untuk teroksidasi adalah sulfur yang terdapat dalam bentuk mineral sulfida seperti pyrite (paling umum), marcasite, pyrrhotite, chalcocite, covellite, molybdenite, chalcopyrite, galena, sphalerite, dan arsenopirit.

Perusahaan tambang di Indonesia tentunya dituntut untuk melaksanakan kewajibannya dalam mengelola dampak lingkungan hasil dari aktivitas pertambangan yang salah satunya adalah air asam tambang.

Bagaimana pengelolaan serta penanganan air asam tambang di Indonesia saat ini?

Saat ini, mayoritas pengolahan air asam tambang di Indonesia menggunakan zat-zat kimia atau reagen penetral asam ke dalam sumber air asam tambang secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Salah satunya dengan memanfaatkan kapur tohor sebagai penetral zat pada air asam tambang.

Cara lain yaitu dengan metode pengolahan pasif yang dilakukan dengan memanfaatkan proses bio geokimia seperti membuat sistem rawa buatan, di mana metode pembuatan sistem rawa buatan ini cukup sederhana. Sistem tersebut tidak memerlukan energi listrik, di mana aliran air asam akan bergerak karena pengaruh gravitasi. Di dalam rawa buatan tersebut akan diisi bahan-bahan organik seperti sawit dan bahan-bahan kompos lainnya yang dapat dibuang dengan standar baku mutu yang ada.

Namun, kedua metode diatas masih mempunyai beberapa kekurangan dalam pengaplikasiannya. Diantaranya membutuhkan modal yang cukup tinggi. Terbentuknya endapan hasil penambahan reagen yang berbahaya serta aspek teknis dan efisiensi yang terbatas( Barrera dkk., 2017).

Di samping itu, banyak sekali hal-hal yang bisa dikembangkan dari limbah air asam yang terbentuk. Kedua belum bisa memanfaatkan logam berharga yang sebenarnya bisa dimanfaatkan dengan pengolahan yang tepat. Pada faktanya, masih terdapat beberapa kandungan logam berharga yang terdapat pada air asam tambang yang dihasilkan menurut beberapa sumber yang ada.

Maka dari itu, diperlukan suatu inovasi baru untuk meremediasi air asam tambang dengan mengurangi bahkan menghilangkan kandungan unsur kontaminan logam berat yang terkandung di dalamnya agar nantinya dapat dialirkan kembali dengan aman ke lingkungan yang tentunya terjangkau dalam segi biaya, ramah lingkungan dan mempunyai efisiensi tinggi dalam pemakaiannya. ‘

Nah, Sobat Konsultan bisa baca beberapa inovasi yang dapat diterapkan untuk mengoptimalkan pengelolaan air asam tambang yang ada di Indonesia.

1. Pemanfaatan Air Asam Tambang untuk Pembangkit Listrik

Zat asam yang terkandung dalam air asam tambang berasal dari logam berat yang bersifat asam dan mempunyai kandungan elektrolit dan ion-ion logam terlarut dalam jumlah yang tinggi. Larutan ini pun bersifat sebagai konduktor arus listrik yang baik karena senyawa-senyawa ini memiliki ion positif dan negatif.

Oleh karena itu, hal ini dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan akan energi listrik sekaligus menjawab tantangan permasalahan lingkungan oleh air asam tambang saat ini. Beberapa penelitian sudah dilakukan untuk mengetahui potensi dari air asam tambang ini untuk menghasilkan listrik. Hal ini juga nantinya dapat mendukung perkembangan energi terbarukan di Indonesia.

2. Pemulihan Kembali Logam Berharga pada Air Asam Tambang dengan Nanofiltrasi

Pada beberapa kasus pengolahan air asam tambang oleh beberapa perusahaan yang ada, nyatanya masih terdapat beberapa kandungan logam berharga seperti tembaga (Cu), Zinc (Zn) dan bahkan emas (Au) dengan kadar rendah-menengah yang dapat dimanfaatkan secara ekonomis dengan cara pengelolaan yang tepat.

Teknologi membran menjadi salah satu teknologi untuk memisahkan zat-zat dalam larutan yang selektif dan telah banyak digunakan dalam proses pemisahan dan diaplikasikan dalam berbagai bidang baik industri proses, farmasi, kedokteran dan juga pada teknologi pengolahan air. Teknologi membran yang digunakan adalah nanofiltrasi, yang menggunakan membran yang mempunyai ukuran pori antara 2-5 nm (nanometer).

Secara singkat, proses pemisahan dengan menggunakan membran adalah proses pemisahan antara pelarut dengan zat terlarut. Pelarut dipisahkan dari zat terlarut yang akan tertahan pada membran dan disebut dengan konsentrat, sedangkan pelarut akan lolos melalui membran dan dinamakan permeat.

Teknologi membran nanofiltrasi menjadi salah satu inovasi yang baik untuk remediasi kontaminan yang ada pada air asam tambang dan di sisi lain dapat meningkatkan nilai tambah dari logam kadar rendah yang tidak dimanfaatkan dengan pengolahan secara konvensional. Di Indonesia, inovasi ini masih sangat baru dan minim akan penelitian di sektor pertambangan.

Di masa depan nanti, metode inovatif untuk mengelola air asam tambang sangat diperlukan yang bukan hanya dalam mereduksi secara signifikan kandungan logam berat dan kontaminan, tetapi juga sebisa mungkin limbah yang ada dapat memberikan nilai tambah lebih untuk mendukung prinsip zero waste di sektor pertambangan di Indonesia.

Konsultasi Gratis Arga Dirga

Dapatkan solusi terbaik untuk Perusahaan Tambang Anda mulai dari konsultasi izin tambang, izin lingukngan, pemetaan drone, survet Geofisika, dan pelatihan In House bersama Arga Dirga, yang sudah berpengalaman selama 6 tahun membantu ratusan perusahaan tambang seluruh Indonesia

Exit mobile version