Dari siaran pers Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral pada tanggal 16 Juni 2022 lalu, dalam rangka Presidensi G20 Indonesia tahun ini Kementrian ESDM kembali menggelar Webinar Series. Yudo Dwinanda Priaadi, selaku Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis menyampaikan bahwa biofuel untuk green economy akan menjadi bagian integral dalam mencapai transisi energi yang adil, merata, dan people-centered.
Biofuel juga memiliki kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian Agenda Sustainable Development Goals tahun 2030, juga terkait karbon netral. Produksi dan penggunaan biofuel yang berkelanjutan juga dapat memberikan berbagai manfaat sosial ekonomi.
Biofuel juga akan meningkatkan produktivitas dan menopang green economy melalui pembangunan dan investasi berskala besar. Program biofuel tersebut juga akan ditingkatkan dengan Program Green Refinery yang mengambil Pilot Project di Kota Cilacap Jawa Tengah. Proyek tahap pertama ini akan memproduksi Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) atau Green Diesel, produk biofuel generasi kedua dari Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil (RBDPO).
Pada pagelaran G20, Biofuel juga ikut berpartisipasi untuk menciptakan green economy dan membentuk kerja sama internasional yang lebih erat antarnegara. Meskipun sumber biofuel terbatas pada negara-negara tertentu, namun sektor ekonomi hilir biofuel dan turunannya berhubungan dengan semua negara anggota G20.
Dalam hal teknologi inovatif, kerja sama dan kemitraan internasional akan memperkuat jalur pengembangan teknologi yang lebih maju untuk industri biofuel, terutama di pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang.
