Harga Minyak Masih Tinggi, Pemerintah Lakukan Hal Ini!

Apr 16, 2022

Pemerintah lewat Kementrian ESDM masih mencari jalan keluar untuk mengatasi lonjakan yang signifikan harga minyak global menyusul belum redanya ketegangan politik antara Rusia- Ukraina. 

Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengantisipasi dampak terhadap perubahan harga komoditas Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia.

Arifin Tasrif, selaku Menteri ESDM mengungkapkan bahwa realisasi Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) telah melampaui batas ditetapkan oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2022, sejumlah USD63 per barel.

Menurut Arifin Tasrif, durasi konflik politik ini juga akan mengakibatkan terganggunya suplai minyak. Oleh karena itu, Kementrian ESDM sedang menyusun solusi dan strategi jangka pendek maupun panjang agar tidak berimbas pada perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Strategi ini akan menyasar ke permasalahan di sekotor hulu dan hilir.

Pada komoditas BBM, pemerintah akan mengambil strategi jangka pendek dengan menjaga ketersediaan pasokan dan distribusi BBM khususnya pada periode Ramadhan dan Idul Fitri, meningkatkan pengawasan dan penindak penyalahgunaan BBM. 

Selain itu, pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) akan memaksimalkan fungsi digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan penyesuaian BBM Non-Subsidi sesuai keekonomian untuk kalangan menengah ke atas.

“Kami juga mengusulkan perubahan kouta jenis BBM Tertentu, yaitu JBT minyak solar, JBT minyak tanah dan jenis BBM khusus penugasan, yaitu Pertalite,” ungkap Arifin.

Untuk penambahan kuota BBM subsidi akan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%. 

Sisi hulu migas, pemerintah dalam jangka waktu pendek akan segera melaksanakan program drilling secara tepat waktu dan sesuai anggaran (sumur pengembangan 790, kerja ulang 581 dan perawatan sumur 29.582).

Pemerintah juga akan melaksanakan intensifikasi kegiatan yang berdampak langsung pada kenaikan produksi (reaktifikasi idle well, menjaga keandalan produksi-target kenaikan 24.043 BOPD), mengatur ulang jadwal pemeliharaan fasilitas (target gain 1.550 BOPD), dan menurunkan tingkat unplanned shutdown dari 0,68% menjadi 0,5%.

Sedangkan, beberapa strategi jangka menengah dan panjang pada sisi hulu adalah mengoptimalkan produksi/aset esksiting, mempercepat transformasi contigent resources menjadi produksi mempercepat pelaksanaan proyek chemical Enhanced Oil Recovery (EOR), mendorong eksplorasi yang agresif untuk penemuan besar, percepatan penawaran wilayah kerja, hingga penawaran Kerja Sama Operasi (KSO) baru. 

 

Konsultasi Gratis Arga Dirga

Dapatkan solusi terbaik untuk Perusahaan Tambang Anda mulai dari konsultasi izin tambang, izin lingukngan, pemetaan drone, survet Geofisika, dan pelatihan In House bersama Arga Dirga, yang sudah berpengalaman selama 6 tahun membantu ratusan perusahaan tambang seluruh Indonesia

Exit mobile version