Investigasi Kecelakaan Dengan Systematic Cause Analysis Technique (SCAT)

Nov 9, 2023

INVESTIGASI KECELAKAAN DENGAN SYSTEMATIC CAUSE ANALYSIS TECHNIQUE (SCAT)

Investigasi kecelakaan adalah suatu cara untuk mencari data dan fakta yang berhubungan dengan kecelakaan kerja untuk mengetahui penyebab dari kecelakaan agar tidak terulang dan memperbaiki sistem manajemen K3.

Investigasi kecelakaan dapat berjalan efektif bila dapat mendeskripsikan kejadian sebenarnya, menentukan akar penyebab kecelakaan, menentukan risiko dan mampu mengembangkan tindakan pengendalian.

Penyelidikan kecelakaan dan kejadian berbahaya merupakan amanat dari KEPDIRJEN NOMOR 185/37/04/DJB/2019 Tentang Keselamatan Pertambangan dan SMKP Minerba Dasar Hukum Pengelolaan Keselamatan Pertambangan.

Sesuai dengan KEPDIRJEN NOMOR 185/37/04/DJB/2019 Tentang Keselamatan Pertambangan dan SMKP Minerba Dasar Hukum Pengelolaan Keselamatan Pertambangan, tahap penyelidikan kecelakaan atau kejadian berbahaya, meliputi:

A.Tahapan Persiapan

  • pembentukan dan penetapan tim investigasi
  • persiapan alat uji dan pengumpulan data

B. Tahapan Pelaksanaan

  • Peninjauan dan penyelidikann kecelakan di lokasi kejadian
  • Pengumpulan data dari saksi di lapangan 
  • Rekonstruksi dan analisis terjadinya kecelakan
  • tindakan koreksi yang diberikan terhadap hasil analisis berdasarkan data dan fakta yang telah diverifikasi sehingga tindakan koreksi tepat sasaran.

C. Tahapan Pelaporan

  • Pembuatan berita acara dan penyampaian hasil penyelidikan

D. Tahapan Pemantauan Pelaksanaan Tindakan Koreksi

  • pelaksanaan dari setiap tindakan koreksi dipantau untuk memastikan tindakan koreksi telah ditindaklanjuti dengan baik dan tepat waktu.

E. Evaluasi Penyelidikan

  • evaluasi dilakukan secara menyeluruh terhadap setiap tahap penyelidikan dan hasil dari pelaksanaan tindakan koreksi.

METODE SYSTEMATIC CAUSE ANALYSIS TECHNIQUE (SCAT) 

Systematic Cause Analysis Technique (SCAT) adalah sebuah alat atau metode yang  dikembangkan   International   Loss   Control Institute (ILCI), yang digunakan untuk menyelidiki dan mengevaluasi kecelakaan kerja melalui bberapa tahapan, yaitu

  1. Description of Incident. Tahap ini dilakukan dengan menggambarkan atau mendeskripsikan sebuah kejadian kecelakaan kerja. Misalnya saja jatuh dari ketinggian, keracunan gas dan lain sebagainya.
  2. Categories of Contact that Could Have Lead to the Inciden. Pada tahapan ini disebutkan faktor-faktor yang memicu terjadinya kecelakaan. Contohnya saja karyawan yang tidak sengaja melakukan kontak dengan mesin tanpa pelindung.
  3. Immediate Cause. Penyebab langsung, terdiri dari unsafe action (perilaku tak aman) dan unsafe condition (kondisi tak aman). Tindakan Tidak Aman dapat berupa Bekerja tanpa disertai izin kerja, tidak peduli pada peringatan, mengoperasikan peralatan melebihi kecepatan yang ditentukan. Sedangkan kondisi tak aman seperti pengaman/ pembatas di area kerja tidak memadai, APD tidak memadai/ tidak sesuai dengan jenis pekerjaan, peralatan rusak/ cacat, ruang kerja sempit/ terbatas
  4. Basic Cause. Penyebab dasar yang terdiri dari faktor individu, pekerjaan hingga faktor manajemen.
  5. Activities for a Successful Loss Control Program. Pada tahap ini dilakukan tindakan perbaikan atau pencegahan untuk mengendalikan kecelakaan. Misalnya, menyediakan APD yang memadai, prosedur kerja diperjelas, atau menyediakan peralatan kerja yang memadai.

Konsultasi Gratis Arga Dirga

Dapatkan solusi terbaik untuk Perusahaan Tambang Anda mulai dari konsultasi izin tambang, izin lingukngan, pemetaan drone, survet Geofisika, dan pelatihan In House bersama Arga Dirga, yang sudah berpengalaman selama 6 tahun membantu ratusan perusahaan tambang seluruh Indonesia