Maudy Ayunda, Jubir G2O Ajak Masyarakat Dukung Transisi Energi

Mei 13, 2022

Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada November 2022 mendatang.

G20 ini merupakan ajang untuk pembuktian bagi Indonesia dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang sedang tumbuh pesat. 

Penggunaan kendaraan listrik dan infrastruktur pengisian baterai bahkan mendapatkan keseriusan pemerintah dalam menjalankan transisi energi berkelanjutan dan berkesinambungan.

Juru bicara pemerintah untuk Presiden G20 Indonesia, Maudy Ayunda mengatakan bahwa membangun ekosistem kendaraan listrik merupakan salah satu upaya pemerintah untuk merealisasikan penerapan transisi energi berkelanjutan atau energi hijau. Hal tersebut bertujuan untuk mengajak masyarakat menggunakan transportasi yang ramah lingkungan.

Menurut Maudy Ayunda, transisi energi berkelanjutan memiliki tingkat urgensi yang sangat tinggi sehingga harus menjadi perhatian semua pihak. Disamping itu, masyarakat juga bisa ambil bagian untuk terlibat langsung dalam mendukung hal tersebut. ” Aktivitas sederhana yang secara perlahan bisa kita transisikan adalah penggunaan transportasi umum untuk mengurangi gas buang” Ungkapnya.

Kendaraan listrik juga dimanfaatkan sebagai transportasi utama, ungkap Maudy. Hal tersebut juga bisa menjadi salah satu strategi untuk mencapai target Indonesia dalam menurunkan emisi sebanyak 29 persen pada 2003 dan emisi nol pada 2060.

Pemerintah menggaris bawahi dampak perubahan iklim yang diakibatkan oleh sektor energi yang relevan dalam keseharian masyarakat. Peralihan menuju energi bersih diharapkan menjadi titik tolak bagi semua pihak negara G20 dalam menghadapi ancaman serius isu tersebut sebagai kesepakatan bersama (global deal) yang perlu segera ditangani.

“Sektor energi merupakan kontributor perubahan iklim paling dominan yang menyumbang hampir 90 persen dari emisi CO2 secara global. Studi terbaru bahkan menyebutkan suhu tahunan bumi diperkirakan naik hingga 1,5 derajat celsius selama lima tahun ke depan. Aktivitas manusia juga telah berdampak luas pada kerusakan atmosfer, laut, kriosfer, dan biosfer, sehingga mengakibatkan kerugian dan kerusakan alam permanen di muka bumi,” ungkap Maudy.

World Helath Organization (WHO) mengungkapkan fakta terbaru bahwa perubahan iklim memang menjadi ancaman terbesar kesehatan global di abad 21. “Munculnya banyak penyakit baru sampai menyebabkan pandemi di seluruh dunia termasuk Indonesia adalah salah satu dampak nyata ancaman perubahan iklim ini,” jelas Maudy.

Untuk mendorong hal tersebut, pemerintah mengupayakan tiga isu transisi energi yang diangkat dalam Presidensi G20 Indonesia. Pertama, energy accessibility atau ekses energi yang terjangkau, berkelanjutan dan dapat di andalkan.

Tujuannya, untuk meningkatkan kerja sama internasional dalam memfasilitasi akses ke penelitian dan teknologi bersih termasuk energi terbarukan, efisiensi energi, dan teknologi bahan bakar fosil yang maju dan lebih bersih, serta mendorong investasi dalam infrastruktur energi dan teknologi energi bersih. “Hal ini juga mendorong pencapaian target sustainable development nomor 7 yang batas waktunya hingga 2030,” tambah Maudy.

Kedua, smart and clean energy technology, yaitu mendorong implementasi teknologi pintar dan bersih, baik dalam konteks efisiensi energi, pengurangan emisi, maupun pengembangan energi terbarukan.

Ketiga, advancing energy financing, yaitu pembiayaan untuk mendukung dua poin sebelumnya. Maudy mengatakan, skema dan mekanisme pembiayaan perlu dikembangkan dan mengurangi berbagai hambatan dengan menggalang kolaborasi semua pihak baik pemerintah, swasta, maupun filantropi dengan model bisnis atau public-private partnership yang inovatif. 

 

Konsultasi Gratis Arga Dirga

Dapatkan solusi terbaik untuk Perusahaan Tambang Anda mulai dari konsultasi izin tambang, izin lingukngan, pemetaan drone, survet Geofisika, dan pelatihan In House bersama Arga Dirga, yang sudah berpengalaman selama 6 tahun membantu ratusan perusahaan tambang seluruh Indonesia