Fakta Tentang Tambang Terbuka/ Open Pit

Sep 12, 2022

Open Pit mining atau dikenal dengan istilah tambang terbuka adalah teknik penambangan pada pembukaan untuk mengekstraksi batuan atau mineral dari bumi dari lubang terbuka besar.

Umumnya, metode tambang seperti ini lebih efektif diterapkan pada kawasan yang relatif datar. Permukaan tanah yang relatif landai memudahkan tenaga ahli melakukan observasi dan evaluasi dengan lebih mudah.

Banyak Digunakan Perusahaan Tambang Dunia

Hampir setiap perusahaan tambang dunia menggunakan metode ini. Salah satunya adalah perusahaan tambang emas dimana logam mulia tersebut memang berasal dari tambang terbuka. Kandungan emas bisa didapatkan dari batuan atas. Open-pit mining pada tambang emas telah menjadi salah satu hal yang lumrah. Permukaan tanah akan digali atau diledakkan menggunakan peledak khusus. Dari ledakkan ini, batuan dan serpihan tanah kemudian akan diekstraksi.

Logam maupun mineral alam tidak muncul dari bentuk bongkahan besar, namun sebagian besar berupa bijih mineral dengan ukuran kecil. Ekstraksi dibutuhkan untuk memisahkan antara mineral tersebut dengan batuan. Metode ini sendiri telah banyak dilakukan bukan hanya oleh perusahaan skala kecil, namun perusahaan skala besar juga menerapkannya. Penambangan tradisional juga menerapkan metode open-pit mining ini.

Penduduk lokal sering menggali area permukaan tanah untuk menambang secara manual. Meskipun cara dan metodenya sederhana, tetapi ini merupakan bentuk dari tambang terbuka, terutama untuk emas.

Tahapan Tambang Terbuka yang Cukup Panjang

Open-pit mining memiliki tahapan yang cukup panjang dan memiliki estimasi biaya yang lebih rendah. Proses tersebut dapat berlangsung beberapa bulan, hingga tahunan, tergantung luas area pertambangan tersebut. Tahap pertama adalah melakukan eksplorasi menggunakan citra satelit, pemetaan, atau metode lain. Tujuannya adalah melihat sejauh mana kandungan mineral tersebut bisa dieksplorasi dan sampai kapan masa umurnya.

Jika telah ditemukan area dengan kandungan mineral tinggi, maka langkah kedua adalah akan meledakkan area tersebut. Peledakan dilakukan pada batuan besar yang memiliki kandungan mineral. Peledakan tersebut akan memicu kawah besar yang memunculkan banyak puing-puing batuan. Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan puing-puing batuan tersebut untuk dilakukan ekstraksi sebagai tahap memisahkan antara mineral dengan batuan.

Dunia telah mengenali metode open-pit mining sebagai metode yang sangat ideal bagi pertambangan emas. Logam tersebut memang tertanam di permukaan tanah sehingga proses ekstraksi dengan puing-puing batuan bisa dilakukan dengan lebih cepat. Itulah mengapa ada banyak sekali kendaraan tambang yang mengangkut hasil tambang. Tanah, batu, atau material yang tercampur masih harus dipisahkan satu sama lain.

Prosesnya juga bisa dibilang membutuhkan beberapa tahap. Tidak semua mineral memiliki ukuran bongkahan besar. Sebagian besar mineral memiliki ukuran sangat kecil. Bahkan, akan sulit membedakannya jika hanya menggunakan mata telanjang atau secara manual.

Meskipun begitu, lewat metode tambang terbuka akan memudahkan setiap perusahaan melakukan ekstraksi atau pemisahan mineral. Oleh sebab itu open-pit mining menjadi salah satu metode paling popular di dunia.

Apa Perbedaan Open Pit dan Open Cast?

Perbedaan antara open pit dengan open cast/open cut dicirikan oleh arah penggalian. Open pit dilakukan dari permukaan yang relatif mendatar menuju ke arah bawah dimana endapan tersebut berada. Sedangakan open cut/open cast dilakukan apabila endapan bijih terdapat di perbukitan.

4 Jenis Tambang Terbyuka, Apa Saja?

1.Open Pit/Open Cut

Penerapan metode open pit dan open cut ditentukan oleh letak endapan bijih yang akan diambil. Open pit merupakan tambang terbuka dengan arah penggalian mulai dari permukaan tanah yang relatif mendatar menuju ke arah bawah dimana endapan bijih berada. Sedangkan open cut dilakukan jika endapan bijih berada di lereng bukit atau daerah pegunungan.

2.Quarry

Jenis tambang ini digunakan untuk menambang bahan tambang berupa batuan atau endapan mineral industry. Bahan tambang yang dihasilkan pada jenis ini berupa bongkahan-bongkahan.

3.Strip Mine

Strip Minning merupakan sistem tambang terbuka yang biasanya digunakan dalam penambangan batu bara. Strip minning dilakukan dengan pengupasan tanah atau batuan penutup lapisan batu bara dengan bentuk pengupasan horizontal dan sejajar.

4. Alluvial Mine

Tambang terbuka jenis ini digunakan untuk melakukan penambangan pada endapan-endapan alluvial yaitu endapan bahan galian atau batuan yang telah mengalami proses pelapukan.

 

Konsultasi Gratis Arga Dirga

Dapatkan solusi terbaik untuk Perusahaan Tambang Anda mulai dari konsultasi izin tambang, izin lingukngan, pemetaan drone, survet Geofisika, dan pelatihan In House bersama Arga Dirga, yang sudah berpengalaman selama 6 tahun membantu ratusan perusahaan tambang seluruh Indonesia