Jokowi Bertemu Elon Musk dan Para Pengusaha AS Untuk Investasi di Sejumlah Perusahaan Tambang

Mei 16, 2022

Beberapa hari yang lalu, Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia bertolak ke Washington DC, Amerika Serikat untuk serangkaian agenda kunjungan kerja dari tanggal 11 sampai dengan 13 Mei 2022.

Dalam rangkaian acara tersebut, salah satunya adalah bertemu dengan beberapa pengusaha besar Amerika Serikat.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi mengajak para pengusaha untuk dapat berinvestasi di Indonesia khususnya di sektor industri dan pertambangan. Menurut Jokowi, pada saat ini Indonesia merupakan negara penghasil bijih nikel terbesar di dunia pertama dan penghasil besi baja stainless terbesar kedua.

Jokowi kemudan menyampaikan bahwa sebagai Presiden G20, Indonesia ingin memastikan agar G20 dapat bekerja sebagai katalisatir pemulihan ekonomi global, terutama bagi kemajuan negara-negara berkembang. Presiden mengharapkan kerja sama konkret yang menguntungkan negara-negara ASEAN, terutama Indonesia.

“Semua ini membutuhkan kemitraan yang erat antara pemerintah dengan komunitas bisnis. Saya berharap para CEOs perusahaan besar Amerika dapat membangun kerja sama konkret di G20, dan kerja sama dengan ASEAN, khususnya dengan Indonesia,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi lebih menegaskan bahwa Indonesia kaya akan tambang seperti tembaga dan bauksit untuk alumunium, yang akan menjadi tulang punggung industri energi baru dan terbarukan, terutama baterai litium dan mobil listrik.

Hal menarik dalam rangkaian acara kunjungan di AS, Jokowi juga bertemu dengan salah satu orang terkaya di dunia, Elon Musk.

Jokowi dan Elon bertemu di Gedung Stargate Space X, Boca Chica, Amerika Serikat. Pada pertemuan tersebut, Jokowi membahas mengenai teknologi dan inovasi.

Elon Musk mengajak Presiden Jokowi untuk meninjau secara langsung lokasi fasilitas produksi roket Space X di Boca Chica.

Menurut penuturan di caption akun Instagram Jokowi, beliau juga telah mengundang Elon Musk ke Indonesia.

Disamping itu, Indonesia juga sangat kaya dengan potensi energi hijau. Pembangkit listrik tenaga hidro, surya, dan geotermal sangat berlimpah.

“Kami memastikan bahwa produksi barang penting akan dihasilkan dari pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Kami mengundang pelaku bisnis Amerika untuk investasi di Indonesia,” jelas Presiden Jokowi.

Tak hanya itu, Presiden menambahkan bahwa Indonesia juga serius dalam pengembangan ekonomi digital yang adil dan bermanfaat bagi semua. Saat ini, Indonesia memiliki 2.346 start-up, terbanyak kelima di dunia.

“Saya sangat mengharapkan kontribusi pebisnis Amerika dalam pengembangan infrastruktur digital, memfasilitasi digital capacity-building, serta mendukung kami masuk global value chain melalui digitalisasi,” ujar Presiden.

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut, Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo, US-ASEAN Business Council Ted Osius, Utusan Khusus untuk Perubahan Iklim John Kerry dan sejumlah pimpinan perusahaan AS antara lain Google, Chevron, Boeing, Qualcomm, ConocoPhillips, Marriot International, dan lainnya.

Sementara, dalam pertemuan penting ini Presiden Jokowi turut didampingi Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dan Duta Besar RI untuk AS, Rosan Roeslani.

Konsultasi Gratis Arga Dirga

Dapatkan solusi terbaik untuk Perusahaan Tambang Anda mulai dari konsultasi izin tambang, izin lingukngan, pemetaan drone, survet Geofisika, dan pelatihan In House bersama Arga Dirga, yang sudah berpengalaman selama 6 tahun membantu ratusan perusahaan tambang seluruh Indonesia